• Redaksi
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
Suara Bisnis

Mega Menu

  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Market
    • Market
  • Energi
    • Energi
  • Style
    • Style
  • Tekno
    • Tekno
  • Ekonomi
    • Transportasi
    • Perdagangan
    • Hotel & Travel
    • Industri
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Profil
  • Olahraga
    • Bola
  • Indeks
Suara Bisnis
Telusuri
Beranda Energi News Impor Migas Dikecualikan dari Tarif Perang Dagang Trump Terbaru
Energi News

Impor Migas Dikecualikan dari Tarif Perang Dagang Trump Terbaru

Laporan : Redaksi
Laporan : Redaksi
06 Apr, 2025
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengumumkan tarif dagang terbaru pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. Adapun Impor minyak, gas, dan produk olahan dibebaskan dari tarif baru, berdasarkan pernyataan Gedung Putih.

Melansir Reuters, Kamis (3/4/2025), pengecualian ini akan melegakan industri minyak AS, yang telah menyatakan kekhawatiran bahwa pungutan baru dapat mengganggu arus dan menaikkan biaya untuk segala hal mulai dari minyak mentah Kanada yang melayani kilang Midwest hingga kargo bensin dan solar Eropa ke pesisir timur.

Trump mengumumkan bahwa ia akan mengenakan tarif dasar 10% pada semua impor ke Amerika Serikat dan bea yang lebih tinggi pada puluhan mitra dagang terbesar AS.

Namun, proteksi perdagangan tersebut tidak berlaku untuk impor energi. Baik dari Kanada, Meksiko, dan impor energi dari negara lainnya.

Kanada dan Meksiko adalah dua sumber minyak mentah impor terbesar ke Amerika Serikat, sementara Eropa merupakan sumber bahan bakar impor yang signifikan ke Pantai Timur AS, yang kekurangan kilang minyak.

Perlu diketahui, dalam sebuah video, Trump menunjukkan sebuah papan berisi deretan negara-negara yang ia kenakan tarif baru. Awalnya ia menyebut China dan Uni Eropa di urutan awal dengan 34% dan 29%.

Kemudian ia menyebut Vietnam, Taiwan dan Jepang serta India. Setelahnya ia baru menyebut Indonesia, Malaysia dan Kamboja secara bersamaan.

"Indonesia, Malaysia, Kamboja... Oh coba lihat Kamboja 98%, kita akan membawanya ke 49%. Mereka mengambil keuntungan dari Amerika Serikat," tambahnya.

Indonesia sendiri dikenakan tarif dagang 32% oleh Presiden Trump.(wia)


(Sumber: CNBC Indonesia)

Via Energi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Iklan

file-00000000a2e071fa9d1ec7b9d8a9038f Picsart-26-02-08-21-41-56-262 file-00000000d3b87208a99073820954326e

Stay Conneted

14,629 FansLike
1,381FollowersFollow
10,126SubscribersSubscribe

Featured Post

PT Pupuk Iskandar Muda Perkuat Kepedulian Lingkungan Hijau Lewat Aksi Iklim dan Penguatan Ekosistem

Laporan : Redaksi- 7/02/2026 04:17:00 PM 0
PT Pupuk Iskandar Muda Perkuat Kepedulian Lingkungan Hijau Lewat Aksi Iklim dan Penguatan Ekosistem
Aceh Utara - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim", PT Pupuk Iskandar Muda …

Most Popular

Sumardi Terpilih Sebagai Ketua PWI Aceh Tenggara Periode 2025-2028

Sumardi Terpilih Sebagai Ketua PWI Aceh Tenggara Periode 2025-2028

2/22/2025 04:57:00 PM
Bang Iskandar Altaf: Pemuda Aceh Utara Sukses Jajakan Mie Aceh di Nahino Kupi

Bang Iskandar Altaf: Pemuda Aceh Utara Sukses Jajakan Mie Aceh di Nahino Kupi

2/24/2025 03:30:00 PM
JNT catat lalu lintas tol nasional sebanyak 183.728 kendaraan

JNT catat lalu lintas tol nasional sebanyak 183.728 kendaraan

1/27/2025 03:19:00 AM
Suara Bisnis

About Us

Suara Bisnis adalah situs portal berita bisnis yang kami hadirkan untuk anda, dengan menyajikan beragam informasi ekonomi mutakhir dan aneka peristiwa penting, yang diulas secara lebih tajam, analitis dan bernilai tambah.

Contact us: suarabisnis.adm@gmail.com

FOLLOW US

Copyright © 2025 - , PT. Arkan Media Grup.
All right reserved
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Tentang Kami