Bandara Khusus Point A Resmi Mengudara, Simbol Kebangkitan Industri Migas BUMD
Aceh Utara - Langkah besar ditorehkan PT Pema Global Energi (PGE), anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh. Melalui peresmian bandara dan layanan penerbangan khusus Point A, Aceh kini memiliki infrastruktur udara strategis pertama yang sepenuhnya dikelola untuk menunjang kegiatan industri hulu migas.
Peresmian berlangsung di Nibong, Aceh Utara, dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem). Bandara ini dirancang bukan hanya sebagai fasilitas transportasi, tetapi sebagai simpul logistik kritikal untuk mendukung eksplorasi energi, evakuasi medis, hingga respons bencana.
“Kami punya rencana ekspansi besar—eksplorasi migas baru dan revitalisasi fasilitas. Dibutuhkan moda transportasi yang cepat dan efisien, terutama untuk tanggap darurat medis,” ujar Resha Ramadian, General Manager PGE.
Penerbangan ini dioperasikan oleh Pegasus Air Service, menghubungkan infrastruktur migas dengan kecepatan logistik yang selama ini menjadi tantangan di wilayah terpencil Aceh.
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, menekankan pentingnya fasilitas ini sebagai bagian dari ekosistem nasional untuk mendukung pencapaian target 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 BSCFD gas.
“PGE telah menunjukkan peran aktif sebagai BUMD, tidak hanya sebagai operator Blok B, tapi juga motor penggerak pembangunan infrastruktur. Ini bukti nyata pengelolaan migas berbasis daerah yang visioner dan bertanggung jawab,” kata Nasri.
Dalam pidatonya, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan bahwa kehadiran pesawat ini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan industri dan mempercepat konektivitas antarwilayah Aceh.
“InsyaAllah, produksi migas dari lepas pantai Aceh akan terus tumbuh. Dengan dukungan infrastruktur seperti ini, Aceh akan bangkit kembali. Kalau belum bisa menyaingi Timur Tengah, setidaknya kita setara!” ujar Mualem disambut tepuk tangan.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi peusijuk (tepung tawar) oleh ulama karismatik Abu Abdul Manan, serta joy flight perdana bersama tamu Forkopimda dan para mitra industri migas yang beroperasi di Aceh.(*)